
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan orientasi mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 07.00 WITA tersebut diikuti oleh 54 mahasiswa sebagai langkah awal untuk mempersiapkan peserta mengikuti rangkaian pendidikan profesi guru.
Orientasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kebijakan penyelenggaraan PPG, komitmen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam mendukung pelaksanaan program, alur pembelajaran, serta sistem teknis yang perlu dipahami selama mengikuti pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menjalani proses pembelajaran dan memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan sebagai guru profesional.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan, Administrasi, dan Akademik (BPAA) UMMAT, Prof. Dr. Hijril Ismail, M.Pd.Bi., yang sekaligus membuka orientasi secara resmi. Turut hadir Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Nusa Tenggara Barat, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., serta Ketua Program Studi PPG UMMAT, Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan admin IT PPG UMMAT, Zulkarnain, M.Pd.Si., sebagai pemateri.
Dalam pembukaan kegiatan, Prof. Dr. Hijril Ismail, M.Pd.Bi., menandai dimulainya rangkaian orientasi mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 secara resmi. Pembukaan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang terarah, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., dalam pemaparannya menegaskan komitmen institusi dalam menjalankan proses PPG secara bertanggung jawab. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penyelenggaraan pembelajaran, pendampingan mahasiswa, serta penguatan tata kelola akademik agar seluruh tahapan pendidikan profesi dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, program PPG bukan sekadar tahapan untuk memperoleh sertifikat pendidik, melainkan proses pengembangan kompetensi yang menuntut kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab profesional. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan serius serta menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.
Sementara itu, Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan materi mengenai kebijakan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Materi ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai arah kebijakan, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan PPG. Pemahaman terhadap kebijakan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengikuti program secara tepat dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., dengan topik “Komitmen LPTK UMMAT dalam Menjalankan Proses PPG”. Dalam sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai peran dan tanggung jawab UMMAT sebagai penyelenggara pendidikan profesi guru, termasuk pentingnya menjaga mutu proses pembelajaran dan memberikan dukungan akademik kepada mahasiswa.
Selanjutnya, Ketua Program Studi PPG UMMAT, Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni, M.Pd., memaparkan alur pembelajaran dalam PPG. Materi ini menjelaskan tahapan yang perlu dilalui mahasiswa selama mengikuti program, sehingga peserta memiliki pemahaman awal mengenai proses pembelajaran, aktivitas akademik, serta persiapan yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan pendidikan profesi.
Adapun materi keempat disampaikan oleh admin IT PPG UMMAT, Zulkarnain, M.Pd.Si., yang membahas aspek teknis pelaksanaan program. Penyampaian materi ini menjadi bagian penting untuk membantu mahasiswa memahami dukungan teknologi informasi dan mekanisme teknis yang digunakan selama proses pembelajaran, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan akademik secara daring.

Melalui empat materi tersebut, orientasi tidak hanya menjadi agenda pengenalan program, tetapi juga sarana untuk menyamakan pemahaman antara penyelenggara dan mahasiswa mengenai kebijakan, proses akademik, serta aspek teknis pelaksanaan PPG. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan lebih siap menjalani setiap tahapan pendidikan secara tertib dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan orientasi 54 mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 ini sekaligus menegaskan peran FKIP UMMAT dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru melalui pendidikan profesi yang terencana dan berorientasi pada mutu. Ke depan, para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

