
Praya, 21 Agustus 2026 — Mahasiswa KKNDIK Terintegrasi PLP 2 FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 5 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying bertema “Sekolah Ramah Tanpa Kekerasan dan Bullying” di Aula SMP Negeri 4 Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jumat (21/8/2026) pukul 09.00–10.00 WITA. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama melaksanakan KKNDIK Terintegrasi PLP 2 di sekolah tersebut.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Abdul Sakban, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing KKNDIK Terintegrasi PLP 2 FKIP UMMAT sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kegiatan dipimpin oleh Khaerul Wadi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UMMAT, bersama anggota Kelompok 5 yang turut berperan dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik, khususnya kekerasan, tawuran, bullying, cyberbullying, dan tekanan psikologis. Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Sakban menjelaskan bahwa kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk melalui penguatan kesadaran dan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.
Narasumber juga memberikan pemahaman mengenai prinsip sekolah ramah anak, yang meliputi nondiskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, penghormatan terhadap hak hidup dan perkembangan anak, penghormatan terhadap pandangan anak, serta pengelolaan sekolah yang baik. Prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik tanpa membedakan latar belakang.
Selain itu, peserta didik diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban bullying, antara lain berani mengatakan “Berhenti, saya tidak suka diperlakukan seperti itu”, menjauh dari situasi yang tidak aman, menceritakan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya, menyimpan bukti apabila bullying terjadi secara digital, serta melaporkan kejadian kepada guru, wali kelas, atau guru BK.
Bagi peserta didik yang menyaksikan tindakan bullying, narasumber memperkenalkan prinsip 5J, yaitu jangan ikut, jangan sebarkan, jauhkan korban, jangkau bantuan, dan jadi teman. Prinsip tersebut mendorong peserta didik untuk tidak menjadi penonton pasif, tetapi berani mengambil tindakan yang tepat untuk membantu korban dan mencegah terjadinya bullying.
Kegiatan berlangsung secara efektif, dialogis, dan interaktif. Peserta didik SMP Negeri 4 Praya menunjukkan antusiasme dengan memperhatikan materi, merespons pertanyaan narasumber, serta aktif dalam sesi diskusi. Respons tersebut menunjukkan adanya kepedulian peserta didik terhadap pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNDIK Terintegrasi PLP 2 Kelompok 5 berharap peserta didik SMP Negeri 4 Praya dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat peran sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter, beretika, bermoral, berpikir kritis, serta mampu menghargai hak dan martabat sesama.
