Mataram – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan Pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026 pada 7–8 Juli 2026 di Aula Anwar Ikraman Universitas Muhammadiyah Mataram. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra dan lokasi pengabdian sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.
Kegiatan pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta PLP 2 Terintegrasi KKN Pendidikan dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UMMAT. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKIP UMMAT Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si, Ketua Panitia sekaligus Kepala Unit Pengembangan Praktik Lapangan (UPPL) FKIP UMMAT Syafruddin Muhdar, M.Pd., para dosen pembimbing, narasumber, serta sivitas akademika FKIP UMMAT.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, laporan Ketua Panitia, serta sambutan Dekan FKIP UMMAT. Pada hari pertama, peserta memperoleh tiga materi utama, yaitu Kepemimpinan, Inovasi, dan Pengabdian Generasi Muda untuk Pendidikan Indonesia yang disampaikan oleh Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., materi Guru Inspiratif di Era Transformasi Pendidikan oleh Ketua LPPM UMMAT Dr. Sri Rejeki, M.Pd., serta materi Urgensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam Kehidupan Bermasyarakat oleh Ketua LP3AIK UMMAT Dr. Anugrah Arifin, M.Pd.I.. Setiap sesi diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab sebagai ruang penguatan pemahaman peserta.
Pembekalan ini diselenggarakan sebagai upaya FKIP UMMAT untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan spiritual sebelum melaksanakan praktik mengajar sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui integrasi PLP 2 dan KKN Pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh di bangku kuliah secara nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sambutan Ketua Panitia sekaligus Kepala UPPL FKIP UMMAT
Ketua Panitia sekaligus Kepala UPPL FKIP UMMAT, Syafruddin Muhdar, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan merupakan tahapan yang sangat penting sebelum mahasiswa memasuki dunia persekolahan.
“Program PLP 2 yang terintegrasi dengan KKN Pendidikan merupakan bentuk komitmen FKIP UMMAT dalam menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan pendidikan di tengah masyarakat. Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan seluruh peserta memahami tugas, etika profesi, administrasi pembelajaran, serta mampu menjadi duta FKIP UMMAT yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan Al-Islam Kemuhammadiyahan selama berada di sekolah maupun di lokasi pengabdian.”
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh sehingga pelaksanaan PLP 2 dan KKN Pendidikan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi sekolah mitra, masyarakat, dan mahasiswa sendiri.
Sementara itu, Dekan FKIP UMMAT Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., menegaskan bahwa kegiatan pembekalan bukan sekadar memenuhi tahapan akademik, melainkan menjadi proses pembentukan karakter calon guru masa depan.
“Mahasiswa FKIP UMMAT harus mampu menunjukkan kompetensi sebagai calon guru yang profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Jadikan PLP 2 dan KKN Pendidikan sebagai ruang belajar yang sesungguhnya untuk mengembangkan kemampuan mengajar, membangun komunikasi dengan warga sekolah, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan di lapangan. Saya berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik almamater, mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dan masyarakat.”
Melalui pembekalan ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berkarakter Islami, dan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat maupun Indonesia.
